Menilik Prosesi pergantian Pemimpin yang melewati sebuah prosesi Pemilihan umum langsung terkadang menjadi sebuah perdebatan menarik antara kesiapan masyarakat terhadap Demokrasi.

Pertarungan dalam meraih Suara terbanyak ataupun proses mensukseskan calon Pemimpin juga terkadang membuat banyak cara di halal kan.

Dalam beberapa legenda pergantian pemimpin masa lalu tidak sedikit penggantinya adalah orang yang masih kental di bawah pengaruh pemimpin yang lama, bahkan tidak menutup kemungkinan pergantian Pemimpin hanya berganti boneka karena Ideologi maupun pola pikir pemimpin baru masih sangat di pengaruhi oleh pemimpin yang sudah tak berkuasa lagi.

Ibarat menghisap madu siapa sih yang rela di minta orang lain… itu mungkin layak sebagai penggambaran yang cocok untuk melihati beberapa perjalanan pergantian Kepemimpinan.

Dalam lingkup yang sederhana dapat kita lihat pergantian kepala desa yang akhirnya di gantikan Istrinya atu anaknya atau siapapun yang kalau di amati sebenarnya masih memiliki korelasi yang kuat dengan mantan atau bekas kepala desa yang lama.

Dalam sisi pandang tertentu hal ini dilakukan kadang juga bisa di artikan sebagai mengecap manisnya madu melalui Boneka Baru.

Boneka kepemimpinan ini mungkin terjadi atas banyak faktor yang mempengaruhi termasuk salah satunya adalah kepentingan pribadi dari bekas pemimpin yang lama.

kita saksikan kisah berikutnya apoakah yang memimpin di negri kambing adalah perwujudan boneka kepemimpinan yang seperti anak lulusan SMP harus di bayang bayangi oleh figur yang berpengaruh di balik dirinya