editan
Satu
Malam yang larut membawa kenangan mu
bertahun sudah ku lewati teringat pada sekelip mata
tertahan pada dendam yang mebakarnya
terimbas kembali kisah yang lama terhenti
pada langkah yang terus kemari
pada waktu yang terasa berlari
dua
berisan kalimat yang ku  tunjuk padamu
menjadi mantera kulafal di mulutku
serapah dan segala gundah teruntukmu
janggal dan perih kekeluan lidahku
mengujung asap mengepulkan kerinduanku
pada perjalanan yang bersama kita lewati
pada lautan yang kita pernah datangi
tiga
Meski tak terpatri semua janji
tak terucap hanya dalam hati
menjadi inti dalam keperihan dan kesesalan
waktu menjadi kehalangan atas kerapuhan
menjadi saksi ketakutan
menjadi sangat ngeri untuk menumpahkan
pada helaian wajah manismu aku tetap tertunduk
pada keteduhan matamu aku begitu tesipu
Empat
aku tak merasa lagi lelah untuk kelelahan ini
membayangkan dan menuliskan tentangmu
memindahkan kejauhanmu pada mimpiku
dengan menggores dan melukiskanmu
pada tepian malam berhias bintang
pada pagi yang segera datang
masih kusimpan jelas wajahmu walau dengan susah

Bukit Tinggi 10:21  13 agustus 2008