..
Waktu lelahku terus berlalu
Berjalan padamu serasa meyulitkan aku
Menyisa Kerisauan pada nilai dan hargamu .
Tapi kau masih menantangku

Pada kegagalan dan kekalahan yang menyiksaku
Saat aku harus berdiri dengan rasa malu
Aku masih terus tertuduk lesu
Tapi kau tetap menantangku

Ketika aku pulang dalam pelarian
Membawa ribuan pembenaran
Menyusun selaksa alasan
Tapi kau tetap menantangku

Mencoba menukar dengan kilahan
Mengganti dengan keiklasan
Pasrah pada kekalahan
Tapi Kau masih menantangku

Aku telah kumpulkan keluhku
Pada seoggok bukit kelir ku
Dan mangais mencari alasan pada ibuku
Tapi kau tetap Menantangku

Ketika kalah dan menang tak berarti

Mestikah aku kumpulkan senjata dan stategi

Bersandar pada Tuhan dan katak Berani

Meski aku bukan ksatria seperti Bisma
Ketika kau masih menantangku
Aku putuskan menerima tantanganmu
Dengan senjata dan strategi aku akan menuntaskanmu
Aku telah simpan rapi seonggok cerita kesulitan tentangmu
Tunggu lah pada kekalahanmu dan akulah yang menghabisimu

…………………………………………………………………………………………

Memikirkan satu Lokasi pekerjaan yang menyiksa dari sebuah ketakutanku akan kesulitan yang yang disodorkan diwarnai seabrek masalah dan sisa sejarah kelam yang ditinggalkan membuat aku seperti enggan melakukan pekerjaan itu peperangan dalam benak ku hadir antara kekonyolan antara perkalian kekalahan dan menjadi obsesi dan ujian
Aku kembali mengulas awalku
Siapa dan dari mana aku merangkak dan mengawali tanpa dan tidak dengan bergantung pada seseorang aku bermain dengan kenekadtanku hingga aku menjadi sebegini , maka inipun aku anggapkan sebagai jembatan kearah yang lebih cerah ketika aku harus melewati,
Antara mau dan tidak mau menjadi harus mau menuntaskan pekerjaan yang merupakan sisa dari masalah yang ditinggalkan beberapa orang ,tentu dengan keyakinan ,kesabaran dan keuletanlah yang membuatku hingga berati sebegini
Dan bila berujung kekalahan tapi setidaknya aku bukan pengecut yang lari dan penakut dan kerdil dengan sejuta keluhan yang menciptakan pengangguran berujung pada kemiskinan
dan ketika menjadi sebuah ujian kiranya mendapatkan pengalaman pada masa yang terus menjadi harapan yang meninggalkan keputus asaan yang ditemani penyesalan karena ketidaktahuan yang melahirkan ketakutan dan memenjarakan pada kebingungan yang berujung kesengsaraan

Dan aku putuskan untuk menerima tantanganmu

Agar tak membuatku sekedar pecundang tak berarti yang hidup antara selangkangan
Untuk Menghabisimu dengan segala resiko yang tak perlu ku hitung
Membekal pada keyakinan yang tersisa aku tetap akan mengakhirimu
Hingga Ada dan terbukti akulah Yang Mengakhirimu

Gunung Kelir 01 : 57 am/ 14 Juli 2008

Ketika Bulan Diatas Kelir Menjadi Separoh
dan Baru kemarin Aku tak melihatmu
Kini kau menjadi abu
dan aku menguburmu tadi sore
Malam ini masih dingin sekali
Ketika aku hitung bintang sedirian
Aku Menutup sejarahmu