Malam ini saya terjebak dalam satu forum yang membahas tentang polemik aliran agama islam yang terjadi di desaku.( salah satunya dianggap meresahkan caranya serta dianggap sesat ),awalnya saya di undang untuk mendengar dan memberikan pendapat dalam masalah yang ditimbulkan antara pro dan kontra masalah agama yang muncul di desa saya.

malam itu datang beberapa tokoh pemuka masyarakat yang hadir banyak,ada beberapa kalangan ada tokoh agama ada tokoh budaya ,dan tokoh pemerintahan,kepemudaan dll komplitlah .sayasendiri termasuk tokoh ngawurnya hahahaha.

pembicaraan di mulai dengan membahas aliran yang berkembang di masyarakat desaku ,pada awalnya semua dialogis dan kondusif ,beberapa saling mengemukan argument dan mengemukakan pandangan nya masing masing ,beberapa solusi ada yang akhirnya tercapai,pada suatu bahasan mengenai desas desus aliran yang baru dan masuk ke desaku lha disini mulai semua bersuara agak keras,saling tuding dan saling memojokkan,saling menjelekan dan saling mencaci,

ketika saling membahas tatanan serta syariat kemudian sang ustad A ( sebut untuk kubu A ) : itu jelas sesat dalam Al Quran dan Hadist yang saya kaji tidak ada jadi jelas itu sesat……,kemudian ustad B ( untuk kubu yang B ) : maaf pak kyai anda tidak mempelajari semua , jelas bahwa yang masuk dalam golongan tertentu inilah yang bla bla ( saya ringkas) pokoknya perdebatan akhirnya menjadi seru dan hampir saling berdiri mengeluarkan seruan masing masing kayak kampanye.nah ketika semua saling besi kukuh dengan pendapatnya masing masing tiba saatnya saya angkat bicara .ketika saya bersuara,berbagi salam: Assalamualaikum Wr Wb ( semua menjawab dan memperhatikan ke arah saya,dalam hati ku bilang ” Hai ini gentho mau bicara awas!!!! ) semua yang saya hormati tanpa saya sebutkan satu persatu kenankan saya berbicara memberikan kata2 ,setelah dari tadi saya mendengar dan mengamati pembicaraan bapak2 yang terhormat .saya kembali akan bertanya sebenarnya siapa yang sesat itu,dan saya juga akan menjawabnya sekaligus yang sesat itu saya,kenapa saya ,karena saya masih menuduh orang lain sesat,kemudian saya sesat kenapa karena saya menuding aliran tertentu ,sebut saja ahmadiah ,kejawen dll aliran yang gak termasuksaya itu sesat, lha bapak 2 kyai yang menurut saya mbahayani jangan saling tuding siapa yang sesat karena udah ketahuan disini yang sesat adalah saya bukan siapa siapa,karena menurut saya apaundalih ,kitab dan ilmu yang anda pelajari menurut saya tidak ada artinya,kitab suci sekalipun seperti Injil ,Taurot,bahkan Al Quran menurut saya tidak ada artinya apabila kita tidak mengguanakan akal fikiran kita,jadi siapa yang sebenarnya sesat ? dan menyesatkan sekarang kita kembalikan kalo saling menyalahkan coba mbah kyai A ( sebut A ) tolong seperti apa syahadat yang anda ucapkan ?.kemudian dia seraya mengucap kalimah syahadat ,Ustad A : Ashaduala Ilahailaloh Waashadu ana Muhamadurosulillah ,itu sahadatnya mas,kemudian saya menyuruh untuk ustad B untuk syahadat ,kemudian dengan lantang dia juga mengucapkan kalimah yang sama ,lantas saya kembali bertanya kepada keduanya apakah syahadat mereka sama ?,mereka bilang ya sama ,kitab nya sama ? ya sama Al Quran ( serempak mereka saling mendahului menjawab ) kemudian saya lanjutkan berkomentar : lantas kenapa kita saling meributkan hal yang sama jelas yang beda kan akal serta pemahaman masing masing yang akhirnya timbul saling menuduh dan saling menyesatkan satu sama lain ,coba kita cermin kita sendiri?lalu saya bertanya kembali kepada umum : apakah kalimah syahadat yang kita ucapkan sama dengan Yang Nabi Ucapkan ? serentak mereka menjawab sama,Lha disini saya mulai kelupas : nah kata anda syahadatnya sama menurut saya beda coba bayangkan kalo Nabi itu jawa atau anda yang jadi nabi apakah akan mengucapkan seperti yang termakna ” saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa saya nabi utusan Allah,tapi maaf intinya bukan disitu jadi sesuatu yang kita dapat kita pelajari kita baca harus kita kembalikan pada kelengkapan akal fikiran kita yang berarti kita juga mensyukuri kemuliaan yang Allah berikan.kalo kita memahami sesuatu tanpa kita analisa kembali kitapun akan terjebak dalam kesesatan itu sendiri karena kita salah menafsirkan sesuatu,disini saya ambil contoh ( semua masih diam mendengar Kan gentho yang ngomong hahah)

ada satu hukum yang menerangkan bahwa daging sapi itu halalkan? mereka saya tanyai dan menjawab , ya jelas mas itu halal ,jadi kalo bakso daging sapi halal? ya halal .kemudian saya tanya lagi: kalo sop kaki sapi atau buntut sapi juga halal pak kyai ? ya halal to mas daginya kan sapi, ya saya bertanya kembali: sekarang karena saya pengen makan sop kaki sapi atau sop buntut sapi saya kemudian punya sapi tak potong buntutnya aja kemudian saya masak gimana pak kyai halal gak itu ? hwayah hayo haram mas lha wong gak disembelih dulu. nah disini bapak 2 yang bijak danporo mbah kyai yang mbahayani apapun sesuatu itu tanpa kita fahami secara menyeluruh jadi yang benar belum tentu benarkan yang sesat belum tentu sesat to.

Mereka lantas terdiam dan saling menunduk saya akhirnya melanjutkan lagi berbicara : intinya kenapa saya berbicara dengan penggambarang yang muter itu karena pengembaliannya sama pada penggunaan kaidah akal fikiran yang benar jangan saling melakukan pembenaran yang jelas tidak didasarkan kebenaran milik Tuhan,kembali buat apa kita saling menuding kelompok tertentu sebagai aliran yang sesat,menyesatkan sebenarnya barometer kesesatan itu sendiri samapi pada mana atau dimana kita masing masing bersandar pada sistem nilai yang akan dikembangkan berdasar cara pandang masing masing orang yang tentu tidak akan sama lha mbok dari pada saling menuding dan memojok kan kita hiaskan saja untuk saling melengkapi dan tidak saling menyalahkan dan tidak saling menyesatkan. Agama menurut saya kan sama dengan Ageman ageman itu kan pakean kalo pakean itu kan sistem nilai jadi kalo tidak beragama sama dengan tidak memakai pakean ,kalo tidak memakai ageman berarti tidak memiliki sistem nilai ( Orang Gila ) tapi harus kita sadari pakaian orang masing masing akan dibedakan dalam ukuran besar kecilnya warna pakaiannya keselarasan dan keluwesan masing masing jadi pakaian saya juga belum tentu sama dengan pak kyai karena badan saya besar pake punya mbah kyai ya gak muat sedang mbah kyai pake baju saya kedodoran ,jadi kita kembalikan masing masing pada inti kita bersatu disini untuk saling menghargai dan saling menghormati hak dan kebebasan orang lain,untuk menjadi orang islam kan gampang sekedar rajin jamah berhaji,sodakoh,tadarus dan pengajian disana sini ,tapi untuk beriman atau menjadi iman itu yang susah karena hanya Transaksi kita dengan Allah .Nabi saja dalam sejarahnya tidak menjatuhkan atau mencela masing masing sahabatnya dalam cara melakukan ibadah ,lha kita yang sudah jauh dari nabi kok malah berani saling mecerca. jadi gimana sekarang masih akan mencari siapa yang sesat jelas kan yang sesat itu saya. Postingan saya ambil dari kejadian yang ada di desa saya dan saya tujukan kepada orang orang yang masih pandai mecaci dan mencerca orang lain dan yang mengharamkan alirantertentu yang bukan golongannya .bahwa aku menentang sekali segala kegiatan ,ucapan yang mengkhafirkan atau menganggap sesat orang lain.ban saya juga mengundang pembaca untuk berkomentar serta,mengimplimentasikan apa yang kita pelajari dan jangan biarkan menjadi aplikasi saja ,jadikan sesuatu yang kita pelajari itu berati dengan mengamalkannya bukan sekedar menghafalkanya .