Pict0003_1
Masih ingat kita pada Mbah Marijan ?
lalu apa yang kita tangkap dan maknai setelah mendengar cerita tentang dia
tentu deras mengalir cerita yang heroik ,berani,dan campur nekad,dan di anggap membangkang, para ilmuwan pada saat merapi mengeluarkan lahar panas.
Lantas apa yang kita herankan
Yang Harus kita tahu adalah ketika mbah marijan berjalan dia tidak mengenakan THE SANDAL an ( Bertelanjang kaki ).kemudian apa hebatnya dengan orang yang tidak memakai THE SANDAL an
Mbah marijan tidak memakai THE SANDAL an disini dimaksudkan menjadi lebih membumi , lebih merasai bumi ,maka dia berani untuk naik ke puncak merapi jutru pada saat orang lain pada lari kebingungan untuk mengungsi,bukan berarti membangkang namun lebih pada keteguhannya untuk memohon pada Allah SWT untuk keselamatan masyarakat di sekitar merapi,
satu yang dapat kita ambil percontohan ketika Mbah marijan yang tak memakai THE SANDAL an menjadi seorang pemimpin negara, maka dia tidak akan mengungsi ketika bajir lahar ( kemarahan rakyat ) karena gejolak ketidakpastian nasib bangsa,tapi bahkan dia akan mendatangi sumber lahar tersebut dengan kemudian meminta kepada Allah SWT untuk meredakan dan menghindarkan rakyatnya dari bencana,dengan tanpa memakai THE SANDAL an .
dalam wacana tertentu ketika kita tidak memakai THE SANDAL an kita menjadi lebih merasai bumi tempat kita berpijak,lebih memahami bumi yang kita jadikan tempat ataupun media apapun dalam hidup kita.
Kaki dan tangan dari mbah Marijan selalu langsung melekat di bumi sementara kaki kita terhalang THE SANDAL an . kaki tangan anak terdidik generasi ilmu pengetahuan rasionalitas ini senantiasa bersih, hampir tak pernah bersentuhan dengan bumi baik sungguh-sungguh dalam pengertian yang sebenarnya maupun kiasan..
Yang mengelikan ketika maraknya pelbagai penyakit yang namanya Londo Inggris ( ASING ) kemudian sebagian orang menghubung hubungkan dengan THE SANDAL an.” jangan jangan ketika tidak mengenakan THE SANDALan kita jadi lebih sehat,tetap bugar,tidak gampang kena penyakit. kemudian dengan latah tanpa jelas mereka mencopot THE SANDALan kemudian melakukan gaya gaya Tarsan menjadi pecinta alam ,naik gunung,sepeda santai dan lain sebagainya,tapi yang menggelikannya adalah cara membuminya yang beda ,karena generasi terdidik diam-diam meniru dengan acara naik gunung ramai-ramai, sepeda santai. Meskipun gaya meng alamnya orang terdidik ini tetap saja kelihatan ‘palsunya’, seluruh tubuh, kaki, tangan terbungkus rapi, dengan berbagai busana serta peralatan yang mahal harganya.
gaya hidup serta cara pandang orang yang terdidik dan mengenakan THE SANDALan memang beda dengan gaya Wong nDeso ,yang tidak memakai THE SANDAL an kerena sebuah kebiasaan