Pict0010

” Dan di antara tanda tanda ( Kebesaran-Nya ) ialah penciptaan langit dan bumi,pebedaan bahasa-bahasa dan warna kulit kamu , sungguh dalam hal yang demikian itu ada bukti-bukti bagi orang yang mengetahui”

– QS Ar Ruum 30:22

satu hukum ilmuwan terkenal yang disebut sebagai hukum ARCIMEDES ( yang merupakan nama penemu ) adalah

BJ ( Berat Jenis ) = Berat/Volume

mari kita kembali lihat sejarahnya bagaimana hukum tersebut ditemukan

adalah dimana seorang raja Sisilia yang memiliki mahkota yang terbuat dari emas murni yang di penuhi dengan hiasan ukiran yang sangat banyak pada lingkaran mahkota tersebut.hingga sebenarnya mustahil dapat mengetahui ukurannya,setelah beberapa saat dia memikirkan dan mencoba untuk menganalisa dia cukup kesulitan hingga akhirnya dia memerintahkan ilmuwan untuk mengukur volume mahkota emasnya,dipanggil olehnya sang ARCIMEDES dan diperintahkan untuk mengukur volume mahkota tersebut ,sang ilmuwan tersebut sangat kebingungan untuk menemukan jawaban,sangat sulit mengukur mahkota emas tersebut yang penuh dengan ukiran,dengan kebingungan ia pulang kerumah sambil terus memikirkan untuk mencari jawaban tersebut,ketika ia mandi dalam bak air tanpa sengaja ia celupkan tangannya kedalam air hingga air dalam bak tersebut ada yang tumpah.ia terpana melihat air yang tumpah tersebut kemudian ia mengisi penuh bak air tersebut ,selanjutnya ia masukan kembali tangannya maka airnya tertumpah kembali ,kemudian semakin penasaran ia pun akhirnya menrendamkan bagian tubuh yang lain dan air tertumpah kembali ,pada titik penasaran yang tinggi maka ia nekad merendamkan seluruh tubuhnya,tentu air yang tumpah menjadi semakin banyak.yeah !!! akhirnya sang ARCIMEDES teriak kegirangan yang menyatakan ” saya dapat” . pada kejadian berikutnya dia datang ke Istana raja dan dia masukkan mahkota emas yang sarat dengan ukiran tersebut kedalam bejana yang berisikan air yang penuh ,sesaat kemudian air yang tertumpah ia masukkan kedalam gelas pengukur .dan akhirnya ia dapat menjawab berapa volume mahkota tersebut.

disini sosok ARCHIMEDES telah mampu mempelajari air yang tumpah ,kemudian ia menelaahnya dengan penuh sungguh – sungguh maka ia dapat melihat dan membuktikan ketentuan TUHAN , satu hukum yang tercetus oleh ARCHIMEDES adalah Ketentuan Tuhan yang mampu dibaca dan dipelajari oleh ilmuwan ARCIMEDES.

Dalam kehidupan ini kitapun punya kewajiban untuk melihat ketentuan Tuhan dengan belajar membaca ayat ayat TUHAN yang terkadung dalam Kitab Suci dan yang di jabarkan oleh TUHAN dalam ayat – ayat diluar Kitab Suci,tinggal seberapa mampu kita bisa melihat,menelaah hingga akhirnya kita dapat pula melihat Ketentuan Tuhan,

tidak menutup kemungkinan tanpa kita bisa menggunakan Akal yang sehat serta Pikiran yang jernih maka Kitab Suci seperti AL Quran pun jadi tidak ada artinya sama sekali bagi sebuah kehidupan manusia ,tentu saja dikarenakan apapun itu Kitab nya yang memuat ketentuan ketentuan Tuhan itu tak perna ada gunanya tanpa kita pelajari dan memaknainya ,karena ibaratnya Kitab tersebut adalah CD maka tak akan bisa kita lihat isinya tanpa perangkat Playernya,yang artinya sehebat apapun Kitab suci tampa kita gunakan akal serta pikiran kita maka jadilah dia seonggok tulisan.

Disini akhirnya yang merupakan penentu dari mampu dan tidaknya kita melihat kebenaranpun juga berdasarkan dari pembelajaran kita,karena masih banyak orang yang setiap hari bisa MENGUCAP ” ya semua Karena ALLAH mengijinkan, ya Isya ALLAH dan lain sebagainya ,yang terbiasa melucur dari mulutnya yang kadang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataannya .kenapa ? Munafik? bukan karena hal tersebut tapi lebih karena tidak mempelajari kata kata tersebut dengan baik.

dalam suatu ketika saya melakukan sanjungan atau pujian yang saya tujukan pada orang orang tertentu maka yang saya lihat adalah besar kepala dan lainya tapi yang lebih ngeri lagi adalah ketika saya menyanjung seseorang ” Mas kan pandai,baik hati dan rajin .kemudian seseorang itu menjawab ” itu semua karena Allah .

Mudah sekali bukan jawaban yang nampak RELIGIUS dan seolah olah ia mengembalikan semua pada sang pencipta untuk menutupi hatinya yang takabur,dalam hal ini saya belajar dan menjadi pembelajar dengancara cara tersebut untuk mengetahui sebenarnya ketentuan Tuhan secara utuh

satu contoh kejadian saya memiliki beberapa teman yang ketika saya beri sesuatu dan saya berusaha baik ( menurut saya) maka teman tersebut menjadi semakin segan dan membalas kebaikan tersebut dengan sebuah kehati- hatian tapi dalam sisi yang lain ada pula teman yang saya beri sesuatu dan kemudian saya juga berusaha bersikap baik namun efek yang dimbulkan adalah NGLUNJAK ( tanpa kira kira ) dalam hal ini terlihat sekali kemampuan dalam memandang kebaikan sangat diperlukan akal dan fikiran guna menelaahnya serta mempelajarinya.

” Demi matahari,dan cahayanya dipagi hari,Demi bulan bila ia mengiringi ( matahari ).Demi siang bila ia menampakan ( matahari ).Demi malam bila ia menutupinya.Demi langit dan yang dibina padanya.Demi bumi dan yang dibentangkan atasnya.demi sukma dan penyempurnaanya

-QS Asy Syams 91 : 1-7