Menyalip di tikungan
Menggunting dalam Lipatan
Menikam dari belakang
Tiga kata tersebut merupakan istilah yang layak saya sebut dalam peristiwa ini
bayangkan ketika anda menjadi saya ,ketika dengan susah payah saya menggulirkan sebuah konsep pekerjaan yang kemudian saya konsulkan dan saya desainkan dengan segala kelelahan dan penuh harapan yang baik akhirnya musnah tanpa bekas ” dan jika tak sakit hati tentu itu adalah munafik”
Di sebuah kabupaten saya kenal dengan sesorang yang meminta saya untuk melahirkan sebuah konsep pekerjaan yang menunjang dalam kinerja dinas kesehatan di kabupaten tersebut
dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab akhirnya saya mengambil inisaiatif untuk melakukan survai lokasi dan meluncurkan konsep pekerjaan tersebut dan tentu dengan biaya dan tenaga saya berdedikasi ( tak perlu runtut saya bercerita naik turun gunung ke lokasi dan seabrek assesorisnya )
hingga suatu hari saya berangan dan mengenalkan seseorang yang memiliki profesi menunjang pada pekerjaan tersebut,dengan harapan saya tidak maruk dan serakah dalam membidangi pekerjaan tersebut ,serta karena sebuah keinginan yang menurut saya juga dapat membantu eksistensi dari perusahan tersebut maka saya mengenalkan beliau dan mengkonsepkan Perusahaan tersebut sebagi pelaksana yang handal dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.
waktu itu saya juga memiliki kans besar dan bisa sekali mengangkangi hal tersebut dan saya bisa juga mensekenariokan perusahaan tersebut sebagai subkon dari perusahaan saya (tentu dengan segala konsekwensinya )
karena saya adalah penerima bola itu tentu sebenarnya dengan mudah sekali saya juga mudah dalam memilh siapapun yang akan menjadi pemenang pekerjaan tersebut bahkan jikala naluri pengusaha dan keserakahan saya berkuasa di pikiran ,saya juga akan memperbandingkan antara beberapa perusahaan atau bakal subkon saya ,untuk mencari ke untungan yang luas untuk perusahaan saya sebagai pelaksana, namun ke inginan tersebut saya kuburkan karena saya berfikir untuk sebuah eksistensi perusahaan tersebut akhirnya saya rela untuk tidak mengambil keuntungan dengan cara tersebut ,dan akhirnya saya mengenalkan dia dan perusahaannya langsung tanpa antara ,
harapan tersebut tentu dengan pertimbangan moralitas dan kredibilitas yang mengacu pada sebuah profesionalitas yang menurut saya sangat tinggi harganya
niatan saya alangkah indahnya bila saya bisa membantu eksistensi perusahaan tersebut dalam mengisi profesionalisme di bidangnya ,kemudian saya berkeinginan juga untuk membantu nya mengambil bagian di salah satu sub pekerjaanya yaitu pengadaan dan instalasi towernya ,meskipun saya tak menimbang lagi keuntungan ,hanya berorientasi guna menunjukkan dan memberi contoh ,membagi di bidang kontruksi ini
jika beberapa hal menjadi pertimbangan maka saya tak lagi menghitung dari sisi untung secara finansial karena saya juga sangat memperhitungkan puluhan anakbuah yang bergantung pada pada pekerjaan pekerjaan yang saya dapatkan .
konsep saya biarpun saya tidak untung setidaknya saya bisa mempekerjakan anak anak yang biasa kerja pada saya dan memiliki ahli di bidang tersebut serta saya juga dapat membantu menjaga kwalitas bagian pekerjaan towernya yang kalau saya lihat selama ini masih kurang dalam mutu yang mungkin di sebabkan karena profesionalitas bidang ini masih bergantung pada seseorang yang melaksanakannya tanpa mengacu pada teori atau karena ketergantungan yang sempit
saya tak pernah takut dalam hal ini karena sepertinya saya mengenali benar karakter orang orang yang ada di perusahaan tersebut apalagi saya sangat menghargai dan mengormati mereka makanya saya tak pernah bermimpi ataupun memiliki kekhawatiran dalam hal ini samasekali
namun saya hanya bisa berfikir dan berangan Tuhan Menguji saya dengan cara yang berbeda dan menunjukkan banyak hal yang berharga dalam pengalaman hidup saya
proyek tersebut bergulir dan saya juga menyiapkan konsekwensi saya untuk pekerjaan towernya sementara perusahaan tersebut support pada alat telekomunikasi dan assesoriesnya , namun saya tak lagi mendampinginya ketika tender berjalan ,nah firasat saya mulai menguat dan yang terjadi di luar kendali saya,dari setiap pertemuan saya sekedar di beri tahu kalau hari ini bla bla bla terus besoknya lagi bla bla bla
pada awal romadhon saya menulisakan kekhawatiran saya ini namun akhirnya saya refisi setelah terjadi karena yang terjadi lebih menyakitkan hati dari yang saya kira
Bayangkan anda menjadi saya ……
ketika proyek tersebut saya yang survai dengan biaya saya dan entertain secukupnya ,menyusun strategi,dan turun ke lapangan sendiri mengelilingi lokasi mencari titik yang pasti kemudian lahir gambar rencana jaringan dan saya tak lagi memperhitungkannya ,kemudian saya akhirnya mengkonsepkan perusahaan tersebut sebagai pemenangya dengan banyak hal yang saya harus mengiklaskannya dan menukarkan keinginan profit pribadi dengan eksistensinya kemudian saya yang berbalik sebagai subkon nya untuk sekedar mempekerjakan anak buah saya tanpa menghitung keuntungan untuk saya sendiri dan yang terjadi tak seperti yang saya konsepkan ,dengan berbagai alasan yang menurut saya tidak masuk akal dan sebuah kebodohan akhirnya saya batal untuk ikut mengambil bagian pada salah satu pekerjaanya.
alangkah menyakitkan sekali bagi saya hal ini bisa terjadi pada sebuah perusahaan yang berisikan orang orang yang sangat dekat dengan saya bahkan saya juga memiliki hubungan emosional yang sangat baik dengan beberapa karyawan di perusahaan tersebut.
perasaan saya benar benar campur aduk dan keruh , tapi saya juga berusaha untuk profesional dalam menghadapi polemik ini , saya juga tetap menjaga komunikasi yang baik dengan teman yang lain di dalam tubuh perusahaan tersebut ,
kali ini saya harus tertuduk lagi pada prinsip hidup saya bahwa :
ada dua kriteria yang muncul ketika orang kita hormati, segani,dan kita baiki
pertama orang tersebut tambah baik dan segan serta tambah berhati hati pada kita serta menghargai
kedua orang tersebut semakin ngelunjak dan melecehkan kita
pada kesempatan sebelumnya saya selalu tegas dalam mengambil sikap dan mengkultuskan serta nggebyah uyah ketika ada suatu masalah yang bersinggungan dengan eksistensi diri bahkan saya bisa memperbadingkan dengan kambing saya .
nah kali ini saya tak tahu lagi bagaimana mensikapinya karena bagian orang ini lebih mengerti banyak hal dari sikap saya dalam sebuah ketegasan .
kalau seseorang tidak mengenal saya lantas ketika saya baikin dan bermasalah atau menyalahgunakan dengan kebaikan yang saya berikan orang tersebut mirip kambing saya wajar karena kambing tak begitu mengenali orang
lhah kalo ini kan repot karena mengenali sekali bahkan saya juga teramat menhormatinya ………
sialan saja kali ya
hari ini pekerjaan tersebut berlalu dengan pelbagai alasan yang tak saya pahami saya akhirnya tak mengambil bagian dari pekerjaan tersebut
apakah anda tak sakit hati andai anda menjadi saya ( kalau anda tidak sakit hati pasti langsung masuk surga tanpa di hisap )
terus apa yang anda lakukan ketika anda menjadi saya padahal saya juga bisa membalaskan sakit hati saya dengan segala cara saya ,toh perusahaan tersebut juga ada ketergantungan di salah satu project lain, atau saya menempuh cara jahat yang lain dengan membeberkan sekenario busuk yang tersusun di antaranya lengkap dengan aksesories suap menyuapnya.
hancurkan …………………………………………….puas
ah tapi mungkin itu membuat saya lebih jahat daripada setan nanti malah setan pada takut sama saya karena saya lebih jahat hahahahaha
jadi bagaimana menurut anda
ini hanya kegusaran yang tak berarti saya menjadi miskin dalam materi dan moral namun hanya sebuah refleksi pengemabngan pikiran jahat yang di management dan di perhalus
tak juga kuanggap sebuah moment yang begitu mengguncang di faktor finansial toh Allah maha bijaksana selalu saya berprasangka bahwa ketentuan Tuhan lebih dari batasan manusia ,kedepan masih banyak hal dan pekerjaan baik dan cara yang lebih baik serta manusiawi diberikan Tuhan pada saya
ada sebuah pameo
Manisnya pertemanan bisa hancur karena masalah finansial dan Materi
tapi di sini saya sudah berusaha mempertimbangkan untuk tidak menghitung atau berorientasi pada uang dan materi
namun ada lagi pameo
bahwa harga diri mengalahkan harga uang dan segala galanya dan prinsip hidup tak bisa dilecehkan dengan uang
November 15, 2008 at 12:36 pm
[...] Terima kasih Pak Ersis mudah mudahan saya menjadi lebih berani dan mendapat pengobat jiwa untuk menulis , memang seperti yang Bapak tuturkan bahwa menulis dapat menyalurkan emosi dan memang benar sekali pak beberapa saat kemarin saya memang melampiaskan emosi dengan menulis dan akhirnya lepas dari salah paham tersebut. sekali lagi terima kasih pak saya jadi lebih terkendali dari emosi seperti dalam tulisan yang ini [...]
November 23, 2008 at 6:40 am
Amin. Amin. Kita lebih cepat belajar kehidupan dari pengalaman, dan ambil hikmahnya. Salam.
November 23, 2008 at 6:29 pm
[...] di salip di tikungan dan di tikam dari belakang,seperti salah satunya saya pernah menuliskan di 3M , tapi itu hanya sebagian kecil dari bagian yang lain , karena hal tersebut memang sering terjadi [...]
November 24, 2008 at 10:18 am
“Harga diri mengalahkan harga uang dan segala-galanya, dan prinsip hidup tak bisa dilecehkan dengan uang”
Mantab sekali, Mas…
Mudah-mudahan saya bisa seperti Mas Totok, yang selalu sabar dan bersikap positif untuk menghadapi suatu masalah….