Untuk Perjuangan Bp Roch Basuki Dan Bp Sarman As
Batumarta adalah lokasi transmigrasi 1978 di Sumsel, terdiri dari 16 Unit. Semula 8000 KK miskin struktural, kini sudah menjadi sekitar 15.000 KK yang kaya raya hasil dari karet mentah. Per bulan pendapatan rata-rata minimal Rp 100 M, seluruhnya melalui jasa tengkulak.
Sementara tanpa sadar, bahwa besarnya pendapatan amat tergantung pada kekuatan luar. Mulai dari banyaknya tengkulak sampai dengan harga yang ditentukan oleh pasar global dengan pola pembayaran tertunda setelah terjual di Palembang (sekitar 300 km). Membuat Pemda tidak berdaya untuk mengelola kekayaan tersebut. Akibatnya sulit melakukan “pembangunan daerah”. Dengan situasi demikian, dikhawatirkan “kekayaan mereka” tidak akan bisa bertahan lama.
Berbagai Kendala.
Untuk memperpanjang masa kejayaan mereka (minimal), dan untuk mendaya-gunakan kekayaan itu bagi pembangunan daerah (maksimal) agar kejayaan akan berlanjut untuk seterusnya, diperlukan berbagai upaya. Tapi apapun upayanya akan terkendala, baik dari masyarakat sendiri maupun dari interaksinya dengan pihak luar :.
- Saling curiga di antara anggota masyarakat ( juga kepada “penguasa”) sudah sedemikian parah, demikian juga terhadap pendatang kaya ,
- Konsumtif, sangat menikmati (termasuk judi), suka pamer
- Merasa kaya, menjadikan sikap mereka sangat individualis, sombong, tidak mau mendengar dan diberi tahu, apalagi diperintah ;
- Kepemimpinan, dianggap mewarisi citra kepemimpinan masa lalu tak layak dipercaya (sekalipun pejabatnya sudah lain sama sekali) ;
- Pedagang, penuh kehati-hatian untuk masuk wilayah ini. Citra masa lalu yang sarat ketidak-pastian tetap menghantui.
Peluang Perbaikan.
Keadaan di atas membuat para Kepala Desa sampai dengan Camat mengeluh berat. Namun bukan tidak ada peluang untuk memperbaikinya. Faktor yang membuka peluang antara lain adalah:
- Lokasi tersebut kini menjadi tiga Kabupaten Baru, sehingga layak membangun CITRA BARU ;
- Departemen Transmigrasi melancarkan Program KTM (Kota Terpadu Mandiri) untuk lokasi semacam ini ;
- Cukup banyak anak transmigran menyandang predikat kesarjanaan, dan ber-internet, namun tidak dikembangkan, hanya menyadap karet.
- Faktor dana tidak menjadi hambatan (saya, Roch Basuki ,ke wilayah ini justru diundang dan dibiayai oleh mereka).
- Faktor perlawanan (dessident) terhadap pihak lain, tidak mungkin tumbuh di lokasi ini
Pendekatan Perbaikan
.Untuk memperbaiki keadaan umum tersebut dan menfasilitasi supaya masyarakat bisa bersinergi dengan Pemda diperlukan pendekatan khas yang sesuai dengan “riwayat hidup” mereka. Berdasarkan pengamatan dua kali menengok Batumarta di tahun 2008, saya berkesimpulan betapa pentingnya arti pendekatan bagi “orang-orang kaya” tersebut, yaitu :
- MEMBERI. Siapapun yang hendak berinteraksi dengan transmigran, sebaiknya tidak menunjukkan sikap ingin mengatur atau menasehati. Disarankan, justru menunjukkan sikap “ingin memberi” (apapun).
- EMPATI. Siapapun akan sulit berinteraksi dengan mereka bila tanpa “mengerti betapa penderitaan mereka alami dulu”. Penampilan yang disarankan adalah, banyak bertanya agar hati mereka terbuka untuk banyak cerita dan berharap kepada Pemda (selama ini mereka anggap tidak perlu bantuan dari siapapun).
Rekomendasi.
Rekomendasi ini disampaikan kepada semua pihak yang berinteraksi dengan para “orang kaya” di Batumarta Unit V, VI, VII, VIII, IX dan X yang kini bernama Kecamatan Madang Suku III, Kabupaten OKU Timur . (Sepertiga dari keseluruhan Batumarta).
- Siapapun yang ingin masuk wilayah ini HARUS memperkuat posisi Pemda OKU Selatan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat beserta anak-cucunya ke depan ;
- Sebaiknya masyarakat Madang Suku III dibantu untuk membangun sendiri infrastrukturnya :
- Tata-ruang (bersama Bappeda), supaya kebutuhan sayur dan hasil pertanian lain dapat dipenuhi sendiri, serta kegiatan olah raga dan budaya juga dapat dikembangkan
- Tata Ekonomi (Koperasi), agar hasil karet maupun lainnya dapat dimaksimalkan rupiahnya serta penggunaannya, yang menjamin kepastian di masa depan
- Tata Keuangan Daerah (Dispenda), agar perputaran uang daerah dapat dikelola dan dikembang kan peruntukannya
- Terjadinya integrasi sosial antara Ex Batumarta dengan dusun di sekitarnya (Banding Agung, Nikan dan Surabaya)
- Kepemudaan Meraih Masa Depan
- Dan lain-lain program sesuai kebijakan Pemda OKU Timur
- Adanya Investor yang memasukkan teknologi pengolahan karet, agar masyarakat menjual hasilnya menjadi barang jadi, serta terbukanya lapangan kerja bagi para pemudanya.
- Adanya Konsultan bagi Pemda OKU Timur , untuk menjamin adanya kepastian keberhasilan (sesuai ukuran ketentuan Pemda).
Posting an Dengan Tujuan Membantu Bp Roch Basuki dan Bp Sarman As ( Kades Unit VI) dalam Perjuanganya Membangun Masyarakat Batu Marta Menuju Sebuah Kemajuan yang Berarti bagi Masyarakat Pemerintah Dan Negara
Juli 8, 2008 at 6:27 am
Sebetulnya bidaya konsumtif tidak hanya di Sumsel, tapi hampir di seluruh Indonesia, sukanya mengkonsumsi, tetapi tidak mau memproduksi, inilah mental yg menyulitkan bangsa ini untuk maju *halah sok tahu*.
Juli 8, 2008 at 7:37 am
Jan betul mas kadang berburu gengsi mobil di beli tapi sebulan kepakai sekali aja hehehe ( yang penting punya )
dan itu banyak terjadi ya mas
( aku sendiri punya mobil salah satunya jarang sekali kepake karena jalan rusak dan jelek dan nyangkut karena pendek tapi karena ada sejarahnya dan fungsi untuk loby dll jadi masih pelihara hehe bukan karena konsumtip tapi karena alasan tertentu hehehe golek pembenaran hiks )
ya itulah mungkin potret bangsa kita mas
Juli 9, 2008 at 9:55 am
sejarah kesulitan dimasa lalu akhirnya mencetak masyarakat yang konsumtif tatkala mereka akhirnya berlimpah uang sementara mereka tidak sadar bahwa uang yang selama ini didapat dari hasil karet mesti dipertahankan kejayaannya dan sementara fenomena yang terjadi di batumarta kini masih terbuai mimpi dan lelap tidur dengan kaget nya jadi kadang siapapun yang memiliki tujuan yang baik sekalipun menjadi berat karena mereka masih terlena dengan impian nya sendiri
Juli 9, 2008 at 10:03 am
membaca tulisan mas totok ini saya juga kembali tergugah untuk mulai dari lingkup kecil keluarga kita di batumarta memang banyak membutuhkan cendekia cendekia yang memasyarakat seperti pak sarman dan figur yang laen untuk mempertahankan kejayaan batu marta kedepan
salam kenal
Juli 9, 2008 at 5:43 pm
Wow … kepincut ambilan fotonya deh
Juli 13, 2008 at 6:11 pm
sebagai orang jawa, saya merasa senang dan berbahagia menyaksikan sukses saudara2 saya yang hidup di permukiman transmigrasi. berkat perjuangan yang tanpa kenal lelah, akhirnya sukses itu datang juga. mereka telah berhasil menjadi juragan. mas totok saya yakin juga punya andil besar di sana, terutama untuk membangkitkan semangat dan memotivasi mereka utk terus meningkatkan etos kerja. mas totok bisa menjadi “juru bicara” antara warga transmigran dengan pihak pemda utk bersinergi menggapai masa depan yang lebih baik. tapi, saya jadi sedih ketika kekayaan yang telah mereka kumpulkan lewat perjuangan yang panjang akhirnya harus dihambur2kan di meja judi, lantas sering bersikap takabur. nah, ini agaknya merupakan bagian dari kultur dari sononya yang memang telah lama memuja hidup hedonis. mas aryo, ada nggak sih cara yang tepat utk mengajak mereka agar menjauhi perjudian? kalau judi sdh membudaya, etos kerja bakal menurun, dan dampaknya jelas, jerih payah mereka tak akan pernah disyukuri. maaf kalau terlalu cerewet, mas totok. yang pasti, saya turut berdoa, semoga perjuangan mas totok tak akan pernah surut untuk membawa daerah transmigran mampu menggapai masa2 emas. salam dari jawa.,
Juli 13, 2008 at 7:07 pm
Makasih Mbah Atas saran dan doanya saya masih orang yang belum berarti apa mbah
Dan Kalo Blog saya Update pas dirumah saja hehehe seperti sekarang
Habis disana cuman pake HP colokin laptop Jadi sekedar baca terus kasih komen dlsbg pas dirumah kan gratis bw melimpah hihihi
Januari 5, 2009 at 4:05 am
Ngomong-ngomong keadaan batumarta seperti yg ditulis diatas memang benar adanya. Yaitu masyarakat batumarta seperti lupa sejarah hidup, dg gaya hidup konsumtif, tdk bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Tdk ingat masa2 awal batumarta yg sulit dg tdk ada sejengkalpun jalan beraspal. Hidup bergelut dg hutan rimba yg sangat asing dibanding ketika di jawa atau bali. Saya merasakan betul keadaan itu saat ini. Kebetulan sy dari kls 4 SD hingga SMA di Batumarta sblm melanjutkan Ke PT hingga Pascasarjana. Bahkan, menurut perkiraan saya, para orang tua kurang memberikan pemahaman, pengertian pd naknya/generasi muda utk mengantisipasi keadaan terburuk yg bs sj terjadi dimasa yg akan datang dg mempersiapkan misalnya dg pendidikan yg tinggi, menabung, investasi dsb. Dari pengamatan sy banyak jg sih anak2 batumarta yg melanjutkan pend tinggi, tp sayangnya banyak yg hanya ikut2an teman atau tetangga tanpa memperhatikan kesesuaian minat &kemampuan akademik dirinya yg penting bisa kuliah ke jawa. Penghasilan berjuta-juta menguap begitu sj setelah menerima gajian. Sedihnya para pedagang warung seperti tidak menghargai uang kecil yg acapkali kita berurusan seperti sisa belanja Rp1000 hanya di”susuki” dg 2 biji permen. Atau malah kadang sisa belanja Rp 5000 dihabiskan saja.
Nah..masalah pembangunan di Batumarta terus terang saya sangat kecewa dg Pemda, baik Pemda OKU sebelumnya maupun OKU saat ini. Sy kebetulan dari Unit VII (blok J) dari dulu (th 1980) sampe skrg yg namanya aspal tidak pernah menjilat jalan Unit VII. Padahal Unit IX, VIII, apalagi Unit VI sudah berkali2 diaspal meski mutu aspalnya seminggu jeblok semua alias hancur. Pemda setengah hati membangun Batumarta, apakah ada sentimen etnisitas di pucuk pimpinan Pemda? sepertinya harus kita selidiki dan uji.
Hal yg mendesak diperhatikan bagi kita semua mslah pembangunan di Batumarta adalah:
1) infrastruktur jalan , syukur2 dari Unit VII dulu, he he …yah sbg hadiah gitu
2) listrik, masak sumsel sbg lumbung energi nasional di batumarta listriknya byar pet. Yg parah lagi sampai berhari-hari.
3)rumah sakit, biar tidak perlu jauh-jauh ke baturaja
Selain itu sy kira masyarakat batumarta bisa mandiri tergantung bagaimana kita mengajak berbicara dan siapa yg mengajaknya. Orang seperti Pak Sarman (guru aritmatika sy ketika di SMPN4 Unit VI th 85/86) mungkin bisa untuk Unit VI tapi untuk Unit VII atau unit-unit yg lain belum tentu. Termasuk Pak Roch. Basuki (itupun kalo mau, karena beliau kan sekarang jd orang Jakarta apalagi sibuk di partainya Mbak Mega ya?. Pak Roch Basuki Salam untuk Yongky, anak bapak, teman sekelas sy waktu di SMA 2 Tanzania Batumarta kls II A1, th. 87/88)
Saya bermimpi, berharap kedepan para generasi muda yg melek pendidikan dan kemajuan beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama (baik eks transmigran maupun masyarakat asli, komering: red) merapatkan barisan memikirkan masa depan batumarta yg lebih baik.
Sebenarnya masih banyak lagi yg mau sy tulis tp sayang waktu memisahkan kita krn ada tugas kuliah .
Terimakasih
Arif Surtono
Januari 18, 2009 at 4:35 pm
Semua komentar di atas memang benar adanya, hampir 75% warga Batumarta lupa akan asal-usul. Awal tahun 80 an mereka (para transmigran) datang dari pulau jawa dan bali dengan bermodalkan kenekatan. Harus bersusah payah menghidupi keluarganya dengan segala cara hingga 5-7 th kedepan sampai kebun karet jatah transmigrasi mereka membuahkan hasil, bahkan tidak banyak dari mereka yang tidak sabar dan tidak kuat dengan sulitnya hidup pada awal-awal transmigrasi yang akhirnya membuat mereka meninggalkan Batumarta dan kembali lagi ke jawa.
Dan kini setelah warga Batumarta di atas kemakmuran, mereka menjadi hyper konsumtif,apapun akan dibeli untuk memuaskan hasrat mereka. Ya seperti di atas, mobil pun akan dibeli walaupun tida pernah dipergunakan, dan itu tidak dapat dipersalahkan (karena mereka mampu).
Itu adalah massa tahun 2008 kebawah,lha kalau sekarang? mulai pertengahan tahun 2008 harga karet anjlok dikarenakan krisis global. Dulu harga karet dipetani sempat menembus 13.000-14.000 rupiah,sekarang tinggal 5.000-6.000 rupiah. Banyak warga Batumarta kini yang pusing tujuh keliling,mereka yang semula berpenghasilan 15-20 juta per bulan kini tinggal 3-5 juta sebulan, padahal mereka banyak yang mengambil kridit elektronik,motor dan mobil, dengan apa mereka sekarang mencicilnya?
Sedangkan banyak sekali warga Batumarta yang berusia remaja dan produktif,rata-rata lulus SMA mereka tidak melanjutkan pendidikan,lebih baik nyadap karet (uangnya banyak katanya),terus kalau keadaannya seperti sekarang,mau kerja apa mereka? pendidikan dan pengetahuan minim, bersaing untuk mendapatkan pekerjaan selain bertani karet akan sulit sekali. Apalagi memang benar pembangunan di wilayah Batumarta sangat kurang bahkan tertinggal. Seperti di Batumarta X, jaringan listrik baru terpasang 50%,jalan beraspal 0%,adanya jalan berbatu dan tanah,itupun baru tahun 2008 ini diperbaiki,sedangkan tahun-tahun sebelumnya jalan seperti kubangan kerbau, hanya kendaraan roda dua yang dapat melewatinya.
Batumarta adalah termasuk penyumbang terbesar dari pendapatan daerah Sum-Sel. Beratus-ratus ton bahkan mungkin mencapai ribuan ton karet mentah yang terjual tiap harinya,berapa duit itu,tapi apa yang didapat, tidak ada pembangunan yang berarti.
Mei 1, 2009 at 3:27 pm
memang bner smua yang diungkapkan diatas.skrng dgn keadaan yg semrwut gni apa ya msh gt jg gaya hdpnya?skrng br mkr kan?
Juli 3, 2009 at 3:37 am
hai… salam semua buat saudaraku di batumarta, hai arief surtono pa kabar? hai yongky, bounti dll masih ingat dengan saya, aku temen sekelas dengan kalian kebetulan aku lagi cari temen eks sma n 2 tanzania atau siapapun yang dari batumarta. aku search internet dan ketemu ini apa bener sekarang keadaan disana udah sebegitu parahnya, pesan ku untuk saudaraku di batumarta “berhematlah sebelum semuanya habis” one more “kalau kebetulan ada yang baca mail ini dan kenal dengan aku” please call me sigit 085885723389
Juli 3, 2009 at 3:40 am
hai… salam semua buat saudaraku di batumarta, hai arief surtono pa kabar? hai yongky, bounti dll masih ingat dengan saya, aku temen sekelas dengan kalian kebetulan aku lagi cari temen eks sma n 2 tanzania atau siapapun yang dari batumarta. aku search internet dan ketemu ini apa bener sekarang keadaan disana udah sebegitu parahnya, pesan ku untuk saudaraku di batumarta “berhematlah sebelum semuanya habis” one more “kalau kebetulan ada yang baca mail ini dan kenal dengan aku” please call me sigit 085885723389
sigit / seno (anak bp. sukasdi) karena yang dikenal babeku
batumarta unit 7